PixelWeb News. Rabu, 30 September 2026
Terbaru Memaksimalkan Fungsi Router Bekas: Solusi Hemat untuk Perluas Jaringan Internet di RumahUji Klinis Obat Obesitas Retatrutide Pangkas Berat Badan hingga 25 PersenOpenAI Tunda Melantai di Bursa Saham Demi Prioritaskan Keamanan TeknologiChatbot Resmi Pemerintah AS America.gov Miliki Pesan Tersembunyi Berisi Parodi Puisi GimJejak Perampokan De Javasche Bank 1902: Ketika Krisis Bisnis Memicu Kejahatan Finansial Besar
Teknologi

Memaksimalkan Fungsi Router Bekas: Solusi Hemat untuk Perluas Jaringan Internet di Rumah

Pengguna internet dapat memanfaatkan kembali router lama menjadi alat pendukung jaringan seperti access point atau switch tanpa harus membeli perangkat baru.

Memaksimalkan Fungsi Router Bekas: Solusi Hemat untuk Perluas Jaringan Internet di Rumah

Perangkat router Wi-Fi bekas sering kali berakhir di tempat sampah atau sekadar menumpuk di gudang setelah pengguna melakukan pembaruan ke perangkat yang lebih baru. Padahal, perangkat keras jaringan internet ini masih memiliki potensi teknis yang cukup besar untuk dimanfaatkan kembali sebagai alat pendukung konektivitas di rumah maupun ruang kerja. Berdasarkan panduan praktis yang dihimpun dari laporan teknis Engadget, router lama dapat dialihfungsikan menjadi titik akses (access point), penyambung sinyal (switch), hingga server penyimpanan data sederhana tanpa perlu mengeluarkannya biaya tambahan.

Salah satu pemanfaatan paling efektif adalah mengubah router lama menjadi titik akses nirkabel sekunder guna menjangkau sudut ruangan yang sulit menerima sinyal dari router utama. Metode penggabungan ini bisa dilakukan lewat jalur kabel Ethernet untuk kecepatan tinggi dan stabil, atau secara nirkabel menggunakan fitur pengulang sinyal seperti mode repeater maupun WDS bridging. Guna mencegah terjadinya gangguan sinyal nirkabel (interferensi), pengguna disarankan untuk mengatur router lama agar memancarkan sinyal pada pita frekuensi 2.4GHz—yang lebih optimal menembus dinding tebal—sambil mematikan frekuensi tersebut pada router baru yang dipusatkan untuk pita frekuensi tinggi seperti 5GHz atau 6GHz.

Fungsi lain yang sangat berguna adalah menjadikan router bekas sebagai switch jaringan fisik. Opsi ini menjadi solusi praktis ketika router utama kekurangan port kabel LAN untuk menghubungkan perangkat berkecepatan tinggi seperti komputer, televisi pintar, atau konsol permainan secara bersamaan. Pengguna cukup menghubungkan port LAN router utama ke port LAN router lama dengan kabel Ethernet, lalu menonaktifkan fitur alokasi IP otomatis (DHCP server), NAT, serta firewall pada router lama agar tidak mengganggu sistem utama. Langkah ini dapat menghemat anggaran operasional mengingat harga switch jaringan terpisah berkisar antara $10 hingga $20 di pasaran.

Selain masalah konektivitas sinyal dan kabel, pemanfaatan port USB pada router bekas juga menawarkan kegunaan ganda. Jika disambungkan dengan media penyimpanan luar seperti harddisk eksternal atau flashdisk, router dapat berfungsi layaknya server penyimpanan jaringan lokal (Network-Attached Storage/NAS) sederhana. Seluruh perangkat yang terhubung dalam jaringan rumah dapat membaca dan menulis data ke media tersebut secara terpusat. Begitu pula jika disambungkan ke unit printer lama tanpa fitur nirkabel, router bekas tersebut mampu mengubahnya menjadi printer jaringan yang dapat diakses oleh banyak perangkat sekaligus.

Apa artinya bagi pembaca di Indonesia

Ilustrasi abstrak router nirkabel dan koneksi jaringan data internet.

Pengalihan fungsi router bekas memiliki relevansi yang sangat tinggi bagi konsumen di Indonesia, terutama dalam mengatasi hambatan geografis dan arsitektur bangunan lokal. Sebagian besar rumah tinggal di Indonesia dibangun menggunakan tembok bata tebal dan beton yang kerap menghalangi jangkauan sinyal Wi-Fi dari router bawaan penyedia jasa internet (ISP). Dengan memanfaatkan kembali router lama menjadi titik akses tambahan, masyarakat dapat menghilangkan titik buta sinyal (blank spot) di dalam rumah tanpa harus membeli perangkat Wi-Fi extender baru.

Bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perkantoran skala kecil di Indonesia, strategi ini menawarkan efisiensi anggaran digitalisasi yang signifikan. Penggunaan router lama sebagai penguat LAN atau server berbagi dokumen lokal memungkinkan pemilik usaha menghemat dana pengadaan perangkat keras jaringan baru. Di sisi lain, kebiasaan memperpanjang usia pakai router ini secara langsung mendukung pengurangan limbah elektronik (e-waste) yang kian bertambah seiring pesatnya adopsi teknologi internet di tanah air.

Punya usaha dan butuh website?
Tim PixelWebID membantu UMKM punya website rapi, cepat di HP, dan mudah dihubungi lewat WhatsApp.

Berita disusun dengan bantuan AI dari sumber yang ditautkan di setiap artikel dan diperiksa otomatis. Temukan kekeliruan? Hubungi redaksi melalui halaman Kontak.

Berita terkait