PixelWeb News. Minggu, 4 Oktober 2026
Terbaru Mekanisme Di Balik Listrik Padam Saat Terjadi Badai PetirModus Penipuan Baru ChatGPT Lewat Iklan Google Jebak Pengguna Pasang MalwareMengenal Peran Amplifier Audio: Fungsi Utama dan Kapan Anda Benar-Benar MembutuhkannyaMilt Windler Wafat: Legenda Pengendali Misi NASA yang Menyelamatkan Apollo 13Capcom Siapkan Mesin Pengembang Gim Berbasis AI untuk Percepat Alur Kerja Produksi
Teknologi

Modus Penipuan Baru ChatGPT Lewat Iklan Google Jebak Pengguna Pasang Malware

Pengguna ChatGPT diimbau waspada terhadap modus penipuan baru yang memanfaatkan iklan Google dan fitur Custom GPT untuk mengelabui korban agar menginstal malware.

Modus Penipuan Baru ChatGPT Lewat Iklan Google Jebak Pengguna Pasang Malware

Sebuah modus kejahatan siber baru yang menyasar pengguna kecerdasan buatan (AI) marak terjadi dengan memanfaatkan iklan bersponsor di hasil pencarian Google. Pelaku memanfaatkan kepopuleran ChatGPT untuk mengarahkan pengguna ke halaman kustomisasi AI palsu. Trik ini menjebak korban agar mengunduh dan memasang perangkat lunak berbahaya (malware) di komputer mereka.

Metode penipuan ini diawali ketika pengguna mengetik kata kunci pencarian terkait AI di mesin pencari. Tautan paling atas bertanda bersponsor (ads) membawa pengguna ke domain resmi platform AI tersebut. Namun, tautan itu langsung mengarahkan pengguna ke fitur Custom GPT kustom yang telah dirancang khusus oleh pelaku.

Sistem AI buatan pelaku kemudian secara otomatis menampilkan pesan palsu berbunyi “Service Availability Notice”. Pesan tersebut mengklaim adanya gangguan domain utama dan meminta pengguna membuka tautan cadangan. Saat tautan diklik, pengguna dialihkan ke situs eksternal palsu yang menyerupai halaman verifikasi keamanan.

Halaman verifikasi palsu tersebut meminta pengguna menyalin dan menjalankan perintah teks khusus pada aplikasi PowerShell di Windows. Perintah inilah yang mengeksekusi malware ke dalam sistem komputer korban tanpa disadari.

Pakar keamanan jaringan sekaligus pendiri PayCore Media Inc, Roman Oliinyk, menegaskan bahwa sistem verifikasi keamanan web yang sah tidak pernah meminta eksekusi perintah via terminal komputer. Verifikasi asli hanya memerlukan tindakan sederhana seperti mencentang kotak captcha atau menekan tombol di layar.

Pihak penyedia layanan mesin pencari telah menangguhkan sejumlah akun pengiklan yang menyalahgunakan platform iklan mereka. Kendati demikian, ancaman serupa masih berpotensi muncul kembali dalam variasi bentuk lain.

Apa artinya bagi pembaca di Indonesia

Ilustrasi konsep keamanan siber dan perlindungan data sistem komputer

Masyarakat di Indonesia aktif memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk kebutuhan akademis, pekerjaan, maupun bisnis. Kebiasaan mengeklik hasil pencarian teratas di Google tanpa memeriksa status iklan membuka celah serangan siber.

Ancaman malware ini dapat berdampak serius bagi pengguna perseorangan maupun pelaku usaha di Indonesia. Pelaku berpeluang mencuri data pribadi, kata sandi, akun perbankan digital, hingga dokumen rahasia perusahaan.

Pengguna di Indonesia perlu menerapkan langkah pencegahan berikut guna menghindari jebakan siber ini:

  • Ketik alamat situs resmi platform AI secara langsung di bilah alamat (address bar) peramban, tanpa melalui mesin pencari.
  • Tingkatkan kewaspadaan terhadap tautan bersponsor di hasil pencarian internet.
  • Jangan pernah menyalin dan menjalankan perintah kode apa pun di terminal sistem seperti Windows PowerShell atau Command Prompt atas instruksi dari situs web yang tidak dikenal.
  • Perlakukan tautan atau perintah dari obrolan kecerdasan buatan dengan tingkat kehati-hatian yang sama seperti menerima pesan dari orang yang tidak dikenal.

Laporan lengkap mengenai modus penipuan berbasis kecerdasan buatan ini pertama kali dipublikasikan oleh ZDNET.

Punya usaha dan butuh website?
Tim PixelWebID membantu UMKM punya website rapi, cepat di HP, dan mudah dihubungi lewat WhatsApp.

Berita disusun dengan bantuan AI dari sumber yang ditautkan di setiap artikel dan diperiksa otomatis. Temukan kekeliruan? Hubungi redaksi melalui halaman Kontak.

Berita terkait