PixelWeb News. Senin, 5 Oktober 2026
Terbaru Ajang SMEXPO Yogyakarta 2026 Pacu Sinergi Bisnis dan Akses Pasar 47 UMKM LokalPemerintah Andalkan Kombinasi Energi Bersih dan Infrastruktur Digital Pacu Ekonomi NasionalMeta Uji Fitur Restricted Chat di WhatsApp untuk Tangkal Penyadapan Agen AIGletser Swiss Menyusut 19,4 Persen dalam 5 Tahun: Akselerasi Krisis Iklim GlobalMekanisme Di Balik Listrik Padam Saat Terjadi Badai Petir
Teknologi

Meta Uji Fitur Restricted Chat di WhatsApp untuk Tangkal Penyadapan Agen AI

Meta menguji fitur Restricted Chat di WhatsApp Beta untuk membatasi pengunduhan otomatis, akses perangkat tertaut, serta penggunaan AI pada percakapan sensitif.

Meta Uji Fitur Restricted Chat di WhatsApp untuk Tangkal Penyadapan Agen AI

Meta Platforms kembali memperkuat proteksi kerahasiaan data pengguna dengan menguji coba mekanisme proteksi baru bernama Restricted Chat pada aplikasi obrolan WhatsApp. Fitur yang disiapkan untuk menekan risiko ekstraksi data ilegal oleh bot atau agen kecerdasan buatan (AI) ini mulai disalurkan secara terbatas kepada para penguji uji coba (beta) di perangkat Android dan iOS pada Senin (5/10/2026).

Pengembangan yang pertama kali terungkap melalui laporan WABetaInfo dan dipublikasikan ulang oleh GSMArena ini hadir pada pembaruan aplikasi versi 2.26.36.4 untuk sistem operasi Android serta versi 26.39.10.20 untuk iOS. Kehadiran fungsi pembatasan ini menyempurnakan konsep proteksi tingkat lanjut yang sebelumnya sempat dikembangkan oleh perusahaan.

Sistem Restricted Chat beroperasi secara opsional atau bergantung pada keputusan pengguna. Pengguna wajib mengaktifkan proteksi ini secara manual melalui halaman informasi obrolan pada setiap percakapan individu maupun grup yang dianggap memerlukan perlindungan ekstra. Begitu opsi tersebut diaktifkan, sistem secara otomatis memunculkan pemberitahuan resmi di dalam ruang obrolan sekaligus menerapkan empat bentuk pembatasan keamanan secara simultan.

Langkah proteksi pertama meliputi penghentian fungsi pengunduhan otomatis untuk dokumen media seperti foto dan video, sehingga berkas tidak langsung tersimpan ke dalam penyimpanan lokal perangkat penerima. Kedua, platform memblokir opsi ekspor riwayat percakapan guna mencegah pemindahan teks keluar dari sistem. Ketiga, akses terhadap fitur kecerdasan buatan Meta AI dimatikan sepenuhnya dalam ruang obrolan tersebut. Keempat, sistem membatasi akses melalui perangkat yang terhubung (linked devices) guna menutup celah masuk bagi program pihak ketiga, perangkat lunak bot, maupun agen AI yang berpotensi memindai atau menyadap pesan.

Meskipun empat pembatasan ketat tersebut diterapkan, manajemen pengembang menegaskan bahwa mekanisme dasar enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption)—yaitu sistem keamanan yang mengacak isi pesan sehingga hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima—tetap berfungsi secara penuh tanpa perubahan.

Sejak diperkenalkan pada Mei 2009 dan diakuisi oleh Facebook pada Februari 2014 senilai kurang lebih US$19.3 billion, layanan pesan instan ini tumbuh pesat hingga mencatatkan lebih dari 3 billion pengguna aktif bulanan pada Mei 2025. Skala pengguna yang sangat besar menjadikan keamanan platform sebagai fokus prioritas pengembangan.

Apa artinya bagi pembaca di Indonesia

Ilustrasi konsep keamanan data digital dan sistem perlindungan privasi obrolan

Bagi masyarakat Indonesia, WhatsApp telah menjadi infrastruktur komunikasi utama, baik untuk keperluan pribadi, koordinasi pekerjaan, hingga transaksi bisnis skala kecil dan menengah. Maraknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dan alat pemindai otomatis (scraping) pihak ketiga belakangan ini meningkatkan risiko kebocoran data sensitif, seperti informasi keuangan, dokumen pribadi, atau obrolan internal perusahaan.

Kehadiran fitur Restricted Chat memberikan kendali lebih ketat bagi pengguna di Indonesia dalam mengamankan ruang obrolan berisiko tinggi. Fitur ini meminimalkan potensi pencurian data secara tidak disadari akibat perangkat tertaut yang terkontaminasi atau unduhan berkas otomatis. Meski jadwal peluncuran secara massal untuk publik luas belum diumumkan secara resmi, pengguna di Indonesia yang membutuhkan perlindungan ekstra dapat mencoba fitur ini terlebih dahulu dengan mendaftar pada program uji coba WhatsApp Beta.

Informasi mengenai pengujian fitur ini disadur dari laporan Liputan6.com Tech News dengan data pendukung platform dari en.wikipedia.org.

Punya usaha dan butuh website?
Tim PixelWebID membantu UMKM punya website rapi, cepat di HP, dan mudah dihubungi lewat WhatsApp.

Berita disusun dengan bantuan AI dari sumber yang ditautkan di setiap artikel dan diperiksa otomatis. Temukan kekeliruan? Hubungi redaksi melalui halaman Kontak.

Berita terkait